Klinik Mata dr.Sjamsu Peduli Mata Anak, Kampanye Kurangi Screen Time

- 3 Mei 2021, 11:54 WIB
Klinik Mata dr.Sjamsu Surabaya Kampanye Kurangi Screen Time
Klinik Mata dr.Sjamsu Surabaya Kampanye Kurangi Screen Time /WartaSidoarjo.com / Dwita Ebo/

WartaSidoarjo.com – Masa Pandemi terpaksa harus melakukan banyak hal secara virtual, begitu pun dengan urusan sekolah anak. Apalagi anak – anak ini juga terlahir di era teknologi, secara otomatis menjadikan mereka digital natives yang membuat anak-anak lebih sering menggunakan gawai baik itu bermain maupun belajar.

Otomatis orang tua semakin sulit membatasi penggunaan gawai, meski screen time yang terlalu lama dapat berdampak buruk pada kesehatan dan perkembangan anak. Melihat fenomena itu, Klinik Mata dr. Sjamsu (KMDS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya, mempunyai cara untuk mengurangi screen time dengan cara membaca buku.

Jeffri Juliarsa Narendra, Ph.D selaku Direktur Operasional KMDS mengatakan jika pihaknya memiliki program bernama “Kurangi Screen Time, Ambil Bukumu”. Program ini bertujuan untuk mengedukasi pasien khususnya anak-anak.

“Anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang diharapkan mengurangi screen time dan menggantinya dengan aktivitas membaca. Alasannya seperti pepatah yang dari dulu dikenal yaitu buku adalah jendela dunia dan membaca merupakan kuncinya. Selain itu tidak kalah pentingnya adalah sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan mata anak,” tuturnya.

Penglihatan yang baik sangat dibutuhkan anak untuk perkembangan fisik, kognitif, dan sosialnya. Pengelihatan pun tidak kalah penting dengan fungsi organ lainnya, Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata antara lain mencukupi asupan gizi, perbanyak aktifitas fisik tanpa gadget dan tentunya cek mata rutin setiap 6 bulan sekali.

Menurut American of Pediatric, screen time perlu dibatasi kurang dari 2 jam per hari dan menurut Applied Scientific Journal (2020) ada hubungan antara lama penggunaan gadget dengan ketajaman pengelihatan jika menggunakan lebih atau sama dengan 2 jam per hari.

“21 bundel buku anak telah dibagikan ke pasien anak di klinik kami, karena anak-anak sebagai tunas bangsa. Buku anak yang kami berikan pun merupakan salah satu karya dari penulis wanita dari dalam negeri dengan kualitas yang bisa disandingkan dengan buku anak di luar negeri” ungkap Jeffri.

Ditambahkan pihaknya, jika hal ini diharapkan bisa berdampak untuk menyadarkan para orang tua pentingnya menjaga kesehatan mata anak sejak dini salah satunya dengan menambah aktifitas membaca.

Editor: Dwita Ebo


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X